Yasonna Laoly
Yasonna Laoly

PDIP

Highlight

Yasonna Hamonangan Laoly adalah Menteri Hukum dan HAM 2014-2019. Sebelumnya, Yasonna merupakan anggota legislatif 2009-2014 dari Fraksi PDI Perjuangan namun gagal terpilih kembali pada pemilu 2014. Nama Yasonna pernah disebut dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Ia diduga menerima aliran dana korupsi senilai USD 84.000. Terkait kasus tersebut, Yasonna telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada 10 Januari 2018 dan 2 Juli 2018. Yasonna juga pernah menjadi sorotan publik karena tidak melaporkan sejumlah pasal kontroversial dalam pembahasan UU No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) kepada Presiden Joko Widodo. Dibawah kepemimpinannya, Kementerian Hukum dan HAM juga pernah mendapat kritik, salah satunya dari KPK, karena memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 400 narapidana kasus korupsi pada Agustus 2017.

Isu Terkait

Kasus Korupsi

Korupsi KTP Elektronik

Yasonna H Laoly diduga terlibat dalam kasus korupsi KTP Elektronik. Yasonna, sewaktu masih menjadi anggota DPR, disebut menerima USD 84.000 dalam proyek senilai Rp 5,9 Triliun tersebut. Namanya disebut dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Yasonna sudah beberapa kali diperiksa sebagai saksi oleh KPK atas dugaan keterlibatannya dalam korupsi KTP Elektronik. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada 10 Januari 2018 dan 2 Juli 2018. Yasonna diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.




PROFIL LENGKAP

Nama Lengkap
Yasonna Laoly
Tempat & Tanggal Lahir
Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953
Agama
Islam
Partai
PDIP
Daerah Pemilihan
Riwayat Pendidikan
SDN Teladan di Sidikalang
SMPN 1 Sidikalang
SMP BPPK Bandung
SMA BPPK Bandung
S1 FH Univ. Katholik Parahyangan, Bandung
S2 Program Magister Management Universitas Satyagama, Jakarta
S2 Magister Ilmu Hukum Pidana UNPAD Bandung
S3 Doktor Ilmu Hukum UNPAD Bandung
Pekerjaan Politik
Anggota DPRD Sumatera Utara 1999-2004 (Ketua Komisi III DPRD Sumatera Utara 2003-2004)
Anggota DPR RI 2004-2009 (Sekretaris Fraksi PDIP dan anggota Badan Anggaran DPR RI 2009-2014)
Menteri Hukum dan HAM 2014-2019
Pekerjaan Non Politik
Pengacara (1991 - 2014)
Pengajar, Kursus Advokat, Universitas Indonesia Esa Unggul (IEU)

HIGHLIGHT
Yasonna Hamonangan Laoly adalah Menteri Hukum dan HAM 2014-2019. Sebelumnya, Yasonna merupakan anggota legislatif 2009-2014 dari Fraksi PDI Perjuangan namun gagal terpilih kembali pada pemilu 2014. Nama Yasonna pernah disebut dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Ia diduga menerima aliran dana korupsi senilai USD 84.000. Terkait kasus tersebut, Yasonna telah diperiksa sebagai saksi oleh KPK pada 10 Januari 2018 dan 2 Juli 2018. Yasonna juga pernah menjadi sorotan publik karena tidak melaporkan sejumlah pasal kontroversial dalam pembahasan UU No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) kepada Presiden Joko Widodo. Dibawah kepemimpinannya, Kementerian Hukum dan HAM juga pernah mendapat kritik, salah satunya dari KPK, karena memberikan remisi atau pengurangan masa hukuman kepada 400 narapidana kasus korupsi pada Agustus 2017.

LHKPN
Catatan atas Kepatuhan : Dari website KPK terkait LHKPN, Yasonna diketahui melaporkan LHKPN hanya sebanyak tiga kali. Laporan pertama pada tanggal 22 September 2003 pada saat Yasonna menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara. Lalu kedua pada tanggal 1 Oktober 2009 saat ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Terakhir pada tanggal 10 Desember 2014 ketika menjadi Menteri Hukum dan HAM. Berdasarkan Peraturan KPK No. 7 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN disebutkan bahwa LHKPN wajib disampaikan setiap satu tahun sekali dan disampaikan paling lambat tanggal 31 Maret secara online melalui elhkpn.kpk.go.id.
Catatan atas Kewajaran : Dalam kurun waktu 2003-2009 terjadi lonjakan harta kekayaan lebih dari 100%. Dari semula total harta kekayaan sebesar Rp 2.441.050.000 meningkat menjadi Rp 6.614.312.134. Kekayaan Yasonna kembali meningkat drastis pada tahun 2014 menjadi Rp 12.548.339.405.


FILE/ DOKUMEN TERKAIT

Daftar Kerabat

Yamitema Tirtajaya Laoly
Relasi: Anak
Jabatan: Bendahara Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia
Perusahaan: JEERA Foundation
Informasi Lainnya: Jeera Foundation adalah sebuah usaha yang bergerak dibidang industri produk kreatif di lembaga pemasyarakatan yang berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Perusahaan ini diduga berafiliasi dengan anak kandung dari Yasonna Laoly, yaitu Yamitema T Laoly. Dalam berita remi merek seri A No. 76/XI/A/2017 disebutkan bahwa nama anak Yasonna merupakan pemilik merek atau logo Jeera.

Daftar Binis

JEERA Foundation
Relasi:
Jabatan: Diduga berafiliasi dengan anak Yasonna Laoly, Yamitema Tirtajaya Laoly
Jenis Usaha: Industri Produk Kreatif untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan
Temuan: Jeera Foundation adalah sebuah usaha yang bergerak dibidang industri produk kreatif di lembaga pemasyarakatan yang berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Perusahaan ini diduga berafiliasi dengan anak kandung dari Yasonna Laoly, yaitu Yamitema T Laoly. Dalam berita remi merek seri A No. 76/XI/A/2017 disebutkan bahwa nama anak Yasonna merupakan pemilik merek atau logo Jeera.

Berita Terkait



Rekam Jejak membuka informasi latar belakang dan kinerja anggota DPR. Rekam jejak tersebut khususnya mengenai politik, bisnis, irisan konfik kepentingan, dan sikap atau keterlibatannya pada isu korupsi serta pemberantasan korupsi.

Alamat

Jl. Kalibata Timur IV/D No. 6

(+62) 21 7901885 / 7994015

(+62) 21 7994005

rekamjejak@antikorupsi.org

Indonesia Corruption Watch

Kunjungi Sekarang